Pupuk Alami

Tianshi Indonesia kini menjangkau bidang pertanian dengan menghadirkan Produk Pupuk GOLDEN HARVEST. Ini merupakan terobosan Inovasi baru dari Tianshi

 

PUPUK HAYATI

RAMAH LINGKUNGAN

 

Tiens Golden Harvest merupakan teknologi penyubur tanah dan tanaman yang dibuat dengan teknologi inokulan campuran yang berbentuk cair, mengandung hormon tumbuh serta mikroba indigenous yang sangat dibutuhkan dalam proses penyuburan tanah.

 

Tiens Golden Harvest. Formula terbaru hasil rekayasa bio teknologi modern.

~ Pupuk Hayati (Organik)
~ Ramah Lingkungan
~ Menghemat Pupuk kimia hingga 50%

TIENS Golden Harvest berbahan aktif mikroba indegenous asli Indonesia ramah lingkungan (tidak mengandung logam berat As, Pb, Hg, Cd dan Mikroba Patogen, Salmonelia Sp) telah dipersiapkan serta dirancang untuk pembangunan dunia pertanian yang berkelanjutan.

Bahwa perpaduan TIENS Golden Harvest dengan pupuk kimia akan selalu dicari dan dibutuhkan petani

 

Tantangan Produksi Padi Nasional
Sistem produksi pertanian kita dalam 40 tahun terakhir hanya mengandalkan peningkatan kesuburan kimia saja, padahal kesuburan tanah merupakan keseimbangan antara kesuburan fisik, kimia dan biologi. Akibatnya sekarang kesuburan biologi tanah merosot drastis dicirikan dengan kandungan humus tanah yang rendah (sekitar 1%).

Pengembalian kesuburan biologi ini dapat dilakukan dengan penambahan kompos atau pupuk kandang. Namun demikian hal ini sulit dilakukan petani karena jumlah kompos atau pupuk kandang yang dibutuhkan jumlahnya besar (minimum 5 ton/ha/musim tanam). Tentu pengadaan kompos sebanyak itu sangat sulit bagi petani. Kalaupun ada, biayanya menjadi mahal, selain penggunaannya tidak praktis.

Di sisi lain kebutuhan pupuk kimia (urea, sp36, KCL, dll) setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Data menunjukkan kebutuhan urea untuk lahan padi mengalami kenaikan 8,5% -10% per tahun. Sementara, kapasitas produksi pabrik pupuk nasional tidak memenuhi kebutuhan. Situasi ini diperparah dengan problematika sistem tata niaga dan distribusi pupuk, khususnya urea. Sehingga, setiap musim tanam selalu terjadi kelangkaan urea dan gejolak harga yang menyulitkan petani.

Perlu diketahui bahwa dalam komponen produksi padi, pupuk menjadi faktor penentu keberhasilan, yakni mencapai 55%. Dengan kendala sulitnya petani memperoleh suplai pupuk yang memadai, baik harga, jumlah, maupun ketepatan waktu, dibutuhkan suatu terobosan strategis di tingkat kebijakan pemerintah maupun inovasi teknologi.

 

Teknologi Pupuk Biologi Mikroba
Untuk menjamin kelangsungan produksi padi dan mengurangi ketergantungan impor, maka terobosan teknologi merupakan suatu keharusan. Golden Harvest, adalah produk teknologi pupuk biologi yang telah menjalani uji lapangan di berbagai sentra produksi padi sejak 1998.

Pupuk biologi yang diproduksi PT SMS Indoputra & dipasarkan melalui Tianshi ini memiliki kandungan Agricultural Growth Promoting Inoculant, suatu inokulan campuran yang berbentuk cair, mengandung hormon tumbuh dan berbahan aktif bakteri penambat N2 secara asosiatif, mikroba pelarut P dan penghasil selulase.

 

Beberapa jenis mikroba penting yang dibutuhkan dalam proses penyuburan tanah sawah secara biologi antara lain Azospirillum, Azotobacter, Mikroba Pelarut P, Lactobacillus, Mikroba Pendegradasi Selulasa, Hormon Tumbuh Indole Acetic Acid,dan Enzim Selulase.

 

“Jenis-jenis mikroba dan enzim tersebut dapat bekerja secara maksimal sehingga terjadi penghematan penggunaan pupuk kimia. Sedangkan hormon tumbuh, dengan dosis tinggi memacu pertumbuhan dan jumlah anakan padi. Peningkatan jumlah anakan padi, secara otomatis meningkatkan kapasitas produksi,” kata Amal Alghozali, Direktur PT SMS Indoputra pada acara panen raya padi dengan menggunakan pupuk organik di Subang.

 

Penerapan teknologi Golden Harvest
Penggunaan Pupuk Golden Harvest pada padi disawah anda akan menghemat penggunaan pupuk kimia sebesar 40-60%. Data juga menunjukan, pupuk biologi Golden Harvest mampu mengatrol kenaikan hasil panen antara 20 – 40 % dari cara konvensional. Jika penggunaan teknologi ini secara massal, maka cita-cita swasembada pangan akan mudah tercapai.

 

Dengan demikian Indonesia sebagai negara yang pernah terkenal dengan swa sembada beras tidak perlu lagi impor beras yang dapat mengurangi devisa negara.

Tanah dan Kesuburan

 

Tanah adalah material tidak padat yang terletak di permukaan bumi dan berfungsi sebagai media tumbuh tanaman. Bagi tanaman, tanah memiliki 4 fungsi utama, yaitu :

  1. memberi unsur hara ( makanan tumbuhan ) dan sebagai tempat akar dapat bertumbuh.
  2. menyediakan air dan sebagai tempat penampung air.
  3. menyediakan udara untuk pernapasan akar.
  4. sebagai media tumbuhnya tanaman.

 

Tetapi sebenarnya ada 1 lagi fungsi utama yang sering terlupakan, yaitu : tanah berfungsi sebagai tempat hidupnya mikroba tanah yang sangat bermanfaat bagi tanaman.

Ada tiga unsur yang sangat menentukan tingkat kesuburan lahan pertanian yaitu biologi, fisiki dan kimia.  Ketiga unsur tersebut saling terkait dan harus seimbang.

 

"Kunci kesuburan tanah adalah bagaimana kita bisa saling menyeimbangkan unsur biologi, kimia dan fisik media tanah. Selama ini, kebanyakan petani hanya fokus kepada unsur kimia saja. Akibatnya, hasil panen malah merosot dan biologis tanah pun terganggu. Faktanya sejak 1990, hasil panen kita tidak pernah optimal."

Prof. Dr. Lukman Gunarto, penemu formula pupuk hayati Tiens Golden Harvest.

( Seorang peneliti senior di International Rice Research Institute ( IRRI ) Philipina. Mendapatkan gelar Sarjana Pertanian dari Universitas Brawijaya, Malang pada tahun 1978. Gelar S2 Pertanian diperoleh dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1982. Gelar S3 Jurusan Ilmu Tanah diperoleh di UPLB, Los Banos, Philipina pada tahun 1990 )

Fisik media tanah

 

 

Lapisan O dan A1 adalah lapisan tanah paling atas yang paling sering dan paling mudah dipengaruhi oleh faktor iklim dan faktor biologis. Pada lapisan ini sebagian besar bahan organik terkumpul dan mengalami pembusukan.

Lapisan E dan B adalah bagian yang memiliki bahan organik yang lebih sedikit, tetapi mengandung lebih banyak unsur yang tercuci daripada lapisan diatasnya. Kegiatan pertanian umumnya berada pada lapisan O sampai B.

Lapisan C dan R adalah lapisan batuan terlapuk yang merupakan bagian dari batuan induk.

Lapisan  tanah yang saat ini ada sudah parah kondisi kerusakannya oleh karena pemakaian pupuk kimia yang terus menerus dan berlangsung lama, sehingga mengakibatkan :

  • Kondisi tanah menjadi keras
  • Tanah semakin lapar dan haus pupuk
  • Banyak residu pestisida dan insektisida yang tertinggal dalam tanah
  • Mikroorganisme tanah semakin menipis
  • Banyak  Mikroorganisme  yang merugikan berkembang biak dengan baik
  • Tanah semakin miskin unsur hara baik makro maupun mikro
  • Tidak semua pupuk dapat diserap oleh tanama

Unsur Hara Kimia Tanah

        Unsur hara adalah kebutuhan pokok tanaman baik berupa nutrisi maupun sumber energi yang menunjang kehidupan tanaman.  Sedikitnya ada 60 jenis unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dan 16 unsur atau senyawa di antaranya merupakan unsur hara esensial yang mutlak dibutuhkan tanaman untuk mendukung pertumbuhannya.  Dari 16 unsur hara esensial, 3 diantaranya ketersediaannya di alam melimpah. Ketiga unsur tersebut adalah karbon ( C ), hidrogen ( H ) dan oksigen ( O ). Sedangkan sisa unsur hara lainnya didapatkan melalui pemupukan karena ketersediaannya yang terbatas di tanah.

            Unsur hara dibedakan menjadi dua bagian utama :

  1. Unsur hara makro, yaitu yang diperlukan tanaman dalam jumlah besar, diantaranya : karbon ( C ), hidrogen ( H ), oksigen ( O ), nitrogen ( N ), fosfor ( P ), kalium ( K ), kalsium ( Ca ) dan magnesium ( Mg ).

  2. Unsur hara mikro, diantaranya : belerang ( S ), besi ( Fe ), mangan ( Mn ), boron ( B ), molibdenum ( Mo ), tembaga ( Cu ), seng ( Zn ), dan klor ( Cl ).

 

Unsur Biologi Tanah

             Pada awalnya penggunaan pupuk kimia mampu meningkatkan hasil panen, akan tetapi lama kelamaan hasil panen makin merosot dan kondisi tanah makin lama makin tidak subur.  Dari berbagai penelitian yang mendalam dan memakan waktu lama akhirnya diketahui bahwa kekurangan unsur biologi lah salah satunya yang menyebabkan tanah semakin lama semakin tidak subur. 

Unsur biologi tanah dibagi menjadi dua, yaitu mikroba tanah dan hormon pertumbuhan pada tumbuhan.

    1. Mikroba tanah

Tanah pertanian yang subur mengandung lebih dari 100 juta mikroba per gram tanah. Produktivitas dan daya dukung tanah tergantung pada aktivitas mikroba tersebut. Sebagian besar mikroba tanah memiliki peranan yang sangat menguntungkan bagi pertanian, yaitu berperan dalam menghancurkan limbah organik, mendaur ulang hara tanaman, fiksasi biologis nitrogen, pelarutan fosfat, merangsang pertumbuhan, biokontrol patogen dan membantu penyerapan unsur hara.

    2. Hormon pertumbuhan ( ZPT = Zat Pengatur Tumbuh )

ZPT berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman, juga bagi kelangsungan hidupnya.  ZPT pada tanaman didefinisikan sebagai senyawa organik bukan hara.  Ahli biologi tumbuhan telah mengidentifikasi 5 tipe utama ZPT yaitu : auksin, sitokinin, giberelin, asam absisat dan etilen.

 

Jenis-jenis pupuk

 

Pupuk adalah zat atau unsur yang ditambahkan ke dalam tanah atau media tanam dengan tujuan untuk menyuburkan tumbuhan.  Secara umum pupuk terbagi atas pupuk anorganik dan pupuk organik.  Pupuk anorganik terbagi atas pupuk tunggal dan pupuk majemuk, sedangkan pupuk organik terbagi atas pupuk kandang, pupuk kompos dan pupuk hayati.

 

1. Pupuk Anorganik

 

Pupuk anorganik adalah pupuk kimiawi yang berasal dari mineral atau bahan sintetis.  Terbagi atas dua, yaitu :

  • pupuk tunggal, pupuk yang mengandung satu unsur hara yang diperlukan oleh tanaman.  Contohnya : Urea, ZA ( Zwavelzure Ammoniak ), ASN ( Amonium Sulfat Nitrat ), SP 36, KCl ( kalium klorida ), MOP ( Muriate of Potash ), ZK ( Zwavelzure Kali ).
  • pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara, misalkan pupuk NPK yang mengandung unsur Nitrogen, Phosphat dan Kalium.

 

2.    Pupuk Organik

 

Pupuk organik adalah pupuk yang asal bahannya dari mahkluk hidup, sebagian besar pupuk organik berbentuk padatan seperti pupuk kandang dan kompos.  Dengan bantuan teknologi, pupuk organik dapat dibuat dalam bentuk cair. Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa produksi dan permintaan pupuk organik kian meningkat.

 

Keunggulan pupuk organik :

  • mampu memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah
  • meningkatkan daya serap tanah terhadap air
  • meningkatkan aktivitas mikroorganisme di dalam tanah
  • sumber hara bagi tanaman
  • ramah lingkungan
  • meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman

 

Jenis pupuk organik :

  • kompos, merupakan hasil pembusukan bahan organik ( hijauan ) oleh aktivitas mikroorganisme pengurai.  Secara materi, pupuk kompos dibagi menjadi 2 bagian yaitu padatan dan cairan.  Kualitas kompos diukur dengan rasio C/N, dan diatur di dalam SNI ataupun KepMenTan.
  • pupuk kandang, berasal dari kotoran ternak.  Kualitas pupuk kandang sangat tergantung pada jenis ternak, kualitas pakan ternak dan cara penampungan pupuk kandang.
  • hayati, disebut pupuk hayati karena kandungan utamanya adalah makhluk hidup ( mikroorganisme ) yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman.  Mikroorganisme tersebut dapat meningkatkan aktivitas mikroba indogenous, juga keberagaman mikroorganisme.  Selain itu dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman seperti pembentukan tunas, pembungaan dan pembuahan serta proses pematangan buah.

 

Sejarah pupuk kimia di Indonesia dan akibatnya bagi ekosistem

 

Pupuk kimia mulai diperkenalkan pada awal tahun 70-an, untuk meningkatkan hasil pertanian yang sebelumnya hanya melakukan pemupukan secara tradisional.  Pada awalnya tidak banyak petani yang langsung percaya.  Akan tetapi setelah diedukasi melalui penyuluhan-penyuluhan, bimbingan masyarakat, dan terbukti peningkatan yang signifikan, maka berbondong-bondong petani mulai mengaplikasikan pupuk kimia, hingga akhirnya diterapkan hampir di seluruh pelosok nusantara.

 

Beberapa tahun pertama memang peningkatan panen sangat terasa manfaatnya. Program modernisasi pertanian mampu menjawab satu tantangan ketersediaan kebutuhan pangan dunia yang kian hari terus meningkat.  Namun setelah belasan tahun penerapan pupuk kimia, penggunaan pupuk kimia mulai terlihat dampak dan efek sampingnya.  Bahan kimia sintetik yang digunakan dalam pertanian seperti pupuk dan pestisida telah merusak struktur, kimia dan biologi tanah. Bahan pestisida diyakini telah merusak ekosistem dan habitat beberapa binatang yang justru menguntungkan petani sebagai predator hama tertentu.  Di samping itu pestisida telah menyebabkan imunitas pada beberapa hama. Lebih lanjut resiko kerusakan ekologi menjadi tak terhindarkan dan terjadinya penurunan produksi membuat ongkos produksi pertanian cenderung meningkat. Akhirnya terjadi inefisiensi produksi dan melemahkan kegairahan bertani.

 

Pupuk kimia yang sebelumnya berhasil meningkatkan produksi pertanian mulai menunjukkan penurunan hasil. Untuk mengembalikan produktivitas, petani mulai menambah dosis pupuk kimianya sehingga lama kelamaan biaya operasional jadi meningkat, dan keuntungan petani semakin merosot. Dari tahun ke tahun hasil produksi menyusut bahkan kini di beberapa daerah hasil pertanian sudah lebih rendah daripada sebelum menggunakan pupuk kimia saat beberapa puluh tahun lalu.

 

Dunia barat sebagai penggagas pertanian modern sudah lama menyadari dampak yang ditimbulkan dari penggunaan bahan-bahan kimia sintetis dalam dunia pertanian. Kini mereka sudah beralih kepada sistem pertanian tanpa bahan kimia sintetis / yang dikenal dengan pertanian organik.  Sistem ini diyakini tidak menurunkan kemampuan dan kualitas produksi.  Justru yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu terjadi peningkatan secara signifikan jumlah produksi dan kualitas produk.  Didukung oleh tren gaya hidup 'back to nature' yang semakin populer, membuat produk pertanian organik sangat diminati masyarakat setempat. Konon, kenapa ekspor pertanian kita ditolak, salah satunya adalah karena residu zat kimia yang tinggi dalam produk pertanian kita.

Kenapa Pupuk Hayati !
Pupuk adalah zat yang ditambahkan pada tumbuhan agar berkembang dengan baik. Sebagaimana manusia dan mahluk hidup lainnya, tanaman membutuhkan zat makanan yang cukup berimbang atau biasanya disebut unsur hara. Jika unsur hara tidak seimbang, maka pertumbuhannya menjadi tidak normal dan produktifitasnya tidak optimal
Pupuk sangat penting untuk meningkatkan produksi tanaman. Penggunaan pupuk kimia seperti Urea (pupuk kimia yang mengandung Nitrogen berkadar tinggi), ZA (pupuk buatan dengan komposisi utama ammonium sulfat), TSP (Tripel Superfosat) dan KCL (pupuk kalium klorida) di Indonesia mampu meningkatkan hasil pertanian. Namun tanpa disadari penggunaan pupuk kimia secara terus menerus terbukti sangat merugikan. Pemakaian pupuk kimia dalam jangka waktu lama dapat merusak sifat fisik, kimia dan biologi tanah sehingga kemampuan tanah untuk mendukung ketersediaan air, hara dan kehidupan mikroorganisme menurun.
Kini seringkali kita mendengar keluhan dari petani karena hasil panennya terus menurun dari tahun ke tahun. Selain itu, tanaman sering diserang hama dan frekuensi panen terus menurun (hanya satu kali panen dalam satu tahun). Keadaan ini terjadi karena tingkat kesuburan tanah dan bahan organik tanah mengalami penurunan. Akibatnya kemampuan tanah untuk mendukung ketersediaan air, hara dan kehidupan mikroorganisme yang dibutuhkan tanaman mengalami penurunan.
Keadaan di atas sebenarnya tidak akan terjadi jika tanah mendapat perlakuan yang baik, misalnya, penggunaan pupuk yang aman bagi tanaman dan tanah, salah satu jenisnya adalah pupuk organik. Pemanfaatan pupuk organik mulai dilakukan oleh petani di Indonesia. Seiring dengan pola manusia cenderung back to nature, pemanfaatan pupuk organik semakin meningkat. Oleh karena itu pemakaian pupuk organik termasuk pupuk organik cair semakin digemari oleh masyarakat petani.
Untuk menjawab kebutuhan masyarakat untuk hidup sehat, Tianshi memasarkan pupuk hayati dengan merk Tiens Golden Harvest yang dapat digunakan untuk semua jenis tanaman.
Tiens Golden Harvest adalah suatu teknologi penyubur tanah dan tanaman, dengan menggunakan pupuk hayati yang dibuat dengan teknologi Agricultural Growth Promoting Inoculant (AGPI), suatu inokulan campuran yang berbentuk cair, mengandung hormon tumbuh indole acetic acid serta mikroba indigenous (mikroba tanah setempat) asli indonesia, yang sangat dibutuhkan dalam proses penyuburan tanah secara biologi antara lagin Azospirillum sp., Azotobacter sp., mikroba pelarut P, Lactobacillus sp., dan mikroba pendegrasi selulosa. Mikroba dan enzim tersebut dapat bekerja secara maksimal dan dapat mengubah unsur hara yang tadinya sulit untuk diserap oleh tanaman sehingga penggunaan pupuk menjadi sangat efisien.

Miliki pula buku-buku dibawah ini sebagai pelengkap, disertai pembahasan dan bukti foto-foto yang sangat lengkap.

Paket lengkap (berisi 4 buku diatas) hanya seharga Rp. 100.000,- (sudah termasuk ongkos kirim, khusus wilayah pulau Jawa).

TIENS  GOLDEN HARVEST

 

Harga Konsumen : Rp.103.500,-

Harga Distributor : Rp. 90.000,-

Kesaksian Tiens Golden Harvest

 

Pupuk pertanian yang akan membantu para petani Indonesia

 

Ini merupakan produk Tianshi, Anda tertarik untuk menjadi distributor? Anda dapat menjadi anggota dengan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 135.000,-Baca selengkapnya di contact

Pages to the People

Selamat Datang,

Pemesanan:

 

Hubungi Telepon atau sms:

085718415102

 

email: suvenircute@gmail.com

 

Jl. Nusa Indah No. 16 Rt. 002/07 Kelurahan Kayu Putih Kec. Pulo Gadung Jakarta Timur

 

Bambang setioso

Wahyu mardiyawati

 

Pembayaran via:

BCA Pulo Gebang a.n Bambang setioso No. rek. 6240072775

 

Bank Mandiri KCP. Jakarta Pulomas No. rek. 125-00-1043244-1

a.n. Bambang Setioso

Link Patner:

 

http://alatkesehatanku.yolasite.com

situs alat kesehatan

 

http://suvenircute.jimdo.com

kumpulan suvenir yang lucu

 

http://kuncisuksesptc.blogspot.com

Kumpulan program bisnis GRATIS

 

http://solusipria.jimdo.com

solusi menambah kejantanan

 

http://senamkegel.jimdo.com

senam kegel untuk wanita

 

http://facebook.com/wahyu.mardiyawati

Admin

http://suvenircute.jimdo.com http://suvenircute.jimdo.com
Banner 1 animasi